Tapanuli Selatan, BidikRealita –Seluruh aparatur sipil negara dan jajaran pegawai di lingkungan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tapanuli Selatan secara resmi menyelenggarakan upacara khidmat guna memperingati Hari Kebangkitan Nasional Ke-118. Kegiatan seremonial kenegaraan yang sarat akan nilai historis ini dipusatkan secara langsung di area halaman depan kompleks Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Ibu Anita Noveria Lismawaty, S.H., M.H., hadir secara langsung dan bertindak sebagai Inspektur Upacara pada agenda nasional tersebut. Kepemimpinan beliau dalam mengomandoi jalannya upacara menegaskan komitmen institusional terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkup birokrasi daerah.
Dalam momentum sakral tersebut, Ibu Anita Noveria Lismawaty secara komprehensif membacakan sekaligus menyampaikan pokok-pokok amanat resmi dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Republik Indonesia. Pesan sentral dari kementerian tersebut menekankan pentingnya adopsi kemajuan teknologi dalam bingkai persatuan nasional yang akseleratif.
Amanat yang disampaikan tersebut secara eksplisit menegaskan bahwa peringatan historis ini harus diinterpretasikan sebagai momentum krusial refleksi nasional. Esensi utamanya adalah pengingat kolektif bagi seluruh elemen bangsa mengenai urgensi memelihara semangat persatuan mutlak dan kerja keras yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, pidato menteri tersebut juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran untuk bangkit bersama secara adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi konvergensi berbagai tantangan zaman modern. Fleksibilitas birokrasi dan ketahanan nasional menjadi kunci utama dalam menavigasi dinamika global yang kian kompleks.
Merespons arahan strategis tersebut, Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan bertekad mengonversi semangat kebangkitan nasional ke dalam implementasi kinerja nyata sehari-hari. Institusi agraria ini terus melakukan revitalisasi internal guna memperkuat komitmen pelayanan publik yang berbasis pada integritas.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui konsistensi peningkatan kualitas pelayanan prima yang berorientasi penuh pada kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam tata kelola administrasi pertanahan. Transformasi ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan mempercepat kepastian hukum hak atas tanah di wilayah Tapanuli Selatan.
Upacara peringatan ini ditutup dengan penegasan sebuah jargon filosofis yang mendalam, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Slogan ini menjadi representasi visi jangka panjang institusi dalam menjaga dan membina generasi muda sebagai pilar utama penopang kedaulatan tanah air.
Secara keseluruhan, visualisasi upacara yang berjalan dengan penuh kedisiplinan dan rasa nasionalisme tinggi ini merefleksikan kesiapan Kantah Tapanuli Selatan dalam mendukung program strategis nasional. Semangat kebangkitan ini diharapkan mampu memicu inovasi tata kelola pertanahan yang lebih modern dan berkeadilan.
(A.HRP)

