Wabup Tapsel H. Jafar Ritonga Dorong Sinergi Pemberantasan Narkoba dan Berantas Rentenir di Pengajian BKMT Angkola Selatan

Bagikan Berita

Tapanuli Selatan – Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Ritonga, menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Selatan yang dipusatkan di Desa Sihuik-kuik pada Selasa (23/06/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Tapanuli Selatan ini disambut dengan pengawalan hangat serta antusiasme tinggi dari seluruh lapisan masyarakat setempat. Momentum religius ini sekaligus dimanfaatkan oleh jajaran eksekutif untuk menyerap aspirasi sekaligus menyampaikan berbagai program strategis pemerintah daerah langsung kepada umat.

Gema lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dikumandangkan dengan merdu mengawali jalannya kegiatan, menciptakan atmosfer yang sangat khidmat dan penuh berkah. Ratusan jamaah BKMT dari berbagai pelosok desa di seluruh penjuru kecamatan tampak memadati lokasi acara sejak pagi hari. Kehadiran massa yang didominasi oleh kaum ibu ini mencerminkan tingginya semangat silaturahmi sekaligus komitmen kuat masyarakat dalam memperdalam ilmu agama melalui agenda rutin bulanan tersebut.

Suasana pengajian terasa semakin mendalam dan menyentuh kalbu saat Ustadz naik ke atas mimbar utama untuk menyampaikan tausiyah agamanya. Dalam ceramahnya, sang ulama secara tajam menekankan pentingnya menjaga keharmonisan rumah tangga serta konsistensi dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Seluruh hadirin yang memadati area pelataran tampak mendengarkan setiap petuah keagamaan dengan saksama, menjadikannya sebagai fondasi moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah momentum yang sarat nilai spiritual tersebut, Wakil Bupati H. Jafar Ritonga mengambil kesempatan untuk menyampaikan pidato kebangsaan dan kebijakan penting di hadapan ratusan jamaah. Secara khusus, beliau mengajak seluruh masyarakat Angkola Selatan untuk ikut serta membantu pihak kepolisian dalam menanggulangi peredaran narkoba yang kian mengancam generasi muda. Wabup menegaskan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum akan menjamin serta menjaga keselamatan setiap warga yang berani melapor demi bersihnya wilayah mereka dari jerat barang haram tersebut.

Selain isu narkoba, Wakil Bupati juga menyoroti manajemen domestik dengan meminta kaum ibu yang tergabung dalam BKMT agar lebih jeli dan bijaksana dalam mengelola keuangan keluarga. Secara lugas, orang nomor dua di Tapsel ini membedah bahaya laten dari praktik pinjaman uang ilegal atau rentenir yang marak beroperasi di tengah-tengah pemukiman. Fenomena ini dinilai bukan lagi sekadar masalah ekonomi, melainkan ancaman sosial yang dapat merusak tatanan keharmonisan rumah tangga.

Wabup secara terbuka mengimbau warga agar menjauhi segala bentuk praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini terbukti mencekik perekonomian masyarakat bawah. Berdasarkan hasil pantauan lapangan jajaran pemerintah daerah, banyak masyarakat berpenghasilan rendah terjebak dalam sistem pinjaman mingguan yang sangat eksploitatif. Pola gali lubang tutup lubang ini dinilai menjebak masyarakat dalam lingkaran setan utang yang terus menumpuk dan nyaris mustahil untuk dilunasi secara mandiri.

“Saya ingin masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya ibu-ibu, benar-benar terbebas dari jeratan kejam para rentenir,” tegas Wabup Jafar Ritonga di hadapan jamaah yang disambut riuh tepuk tangan. Beliau menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat fenomena yang merusak sendi ekonomi warga ini. Oleh karena itu, serangkaian upaya preventif yang bersifat edukatif serta langkah solutif yang berpihak pada rakyat kecil kini tengah digencarkan oleh pihak eksekutif.

Langkah konkret penanggulangan rentenir ini diambil dengan menggandeng lembaga keuangan resmi milik daerah untuk menyediakan modal usaha yang sehat dan legal. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Bank Sumut telah menyiapkan skema pembiayaan inklusif yang jauh lebih ringan bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat bawah. Program khusus ini menawarkan struktur bunga yang sangat rendah, bahkan menyentuh angka nol persen khusus untuk sektor usaha produktif berbasis kerakyatan.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Sihuik-kuik, Parubahan Pasaribu, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kelancaran dan kesuksesan penyelenggaraan Pengajian BKMT di wilayahnya. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Wakil Bupati terkait pemberantasan narkoba serta berkomitmen untuk mempersempit ruang gerak rentenir agar tidak berkembang di desanya. Parubahan menegaskan siap bekerja keras menyokong jalannya roda pemerintahan demi mewujudkan visi misi luhur Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di bawah kepemimpinan Bupati H. Gus Irawan Pasaribu.

Menutup rangkaian acara, Parubahan Pasaribu juga berharap esensi dari pengajian akbar ini dapat semakin mendalami ukhuwah Islamiyah di antara sesama warga Angkola Selatan, khususnya Desa Sihuik-kuik. Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan PT Bank Sumut dalam meluncurkan akses pembiayaan terjangkau, ekonomi umat diharapkan segera bangkit. Program strategis ini diyakini akan menjadi solusi mutakhir untuk menghapus ketergantungan warga terhadap pinjaman ilegal sekaligus memajukan desa secara swadaya dan berkelanjutan.
(Ali.HRP)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *