Bandung Barat, Jawa Barat – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Padepokan Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara menggelar kunjungan silaturahmi ke Kabupaten Bandung Barat, Minggu (8/6/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah awal pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara di Kabupaten Bandung Barat.
Acara yang berlangsung di Kampung Citrabapang, Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu dihadiri berbagai padepokan dan paguron pencak silat sebagai bentuk upaya mempererat persaudaraan, menjaga satu jiwa dalam pedaleman, serta melestarikan seni budaya pencak silat Nusantara.
Kegiatan silaturahmi tersebut dipusatkan di Padepokan Pusaka Tumaritis selaku tuan rumah. Hadir dalam kesempatan itu pendiri padepokan, Tatang, Ketua Padepokan Pusaka Tumaritis Memed, Sekretaris Ajo, serta jajaran pengurus dan perwakilan berbagai padepokan pencak silat.
Ketua Umum Padepokan Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara, Adi Hidayat yang akrab disapa Abril, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat tali silaturahmi antarperguruan sekaligus membangun kolaborasi dalam pengembangan seni budaya pencak silat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah paguron dan padepokan, di antaranya Paguron Gajah Putih, Paguron Sinar Siliwangi Balebat, Pusara Wijaya, Padepokan Parukuyan, Pusaka Rama, Wijaya Kusuma, dan Elang Putih.
“Acara ini bertujuan mempererat silaturahmi serta menjaga persatuan dalam satu jiwa pedaleman. Selain itu, kami juga berencana membentuk DPC Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara Kabupaten Bandung Barat di bawah pimpinan Abah Tatang,” ujar Abril.
Dalam sambutannya, Abril mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Padepokan Pusaka Tumaritis atas sambutan hangat yang diberikan kepada rombongan DPP Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
“Saya hadir bersama rombongan dari Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Serang. Alhamdulillah kami dapat bersilaturahmi dalam keadaan sehat dan penuh kekeluargaan,” katanya.
Abril menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan kunjungan ke berbagai daerah, termasuk Magelang, Ciamis, dan Garut, sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali eksistensi padepokan dan seni budaya pencak silat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin seluruh padepokan berkembang bersama. Seni budaya pencak silat harus terus dilestarikan dan dikembangkan agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya yang berasal dari tanah Pasundan dan Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru silat, pelatih, dan sesepuh yang selama ini tanpa lelah membina generasi muda melalui pendidikan pencak silat.
“Insya Allah ke depan kita akan menggelar Gebyar Pencak Silat yang spektakuler. Kita tampilkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia, mengibarkan budaya Nusantara, serta menjadikan pencak silat sebagai kekuatan budaya yang membanggakan,” tambahnya.
Sementara itu, Tatang selaku pendiri Padepokan Pusaka Tumaritis menyambut baik rencana pembentukan DPC Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara Kabupaten Bandung Barat.
“Alhamdulillah hari ini kami kedatangan DPP Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara dari Kabupaten Tangerang, Banten. Kami siap mendukung pembentukan DPC di Kabupaten Bandung Barat untuk bersama-sama mengembangkan seni budaya pencak silat,” ungkap Tatang.
Menurutnya, perkembangan pencak silat di wilayah Bandung dan sekitarnya saat ini cukup pesat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pasanggiri dan berbagai event pencak silat yang rutin diselenggarakan baik di Kota Bandung maupun daerah lainnya.
Ketua Padepokan Pusaka Tumaritis, Memed, berharap ke depan pemerintah daerah dapat turut berkolaborasi dan memberikan dukungan terhadap pelestarian seni budaya pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan oleh generasi penerus.
(Red)

