Padangsidimpuan – Momentum kebangkitan ekonomi nasional melalui sektor pengusaha muda memasuki babak baru pasca-terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029. Hasil Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang berlangsung dinamis di Ballroom Novotel Lampung Pada Kamis (11/6/2026) tersebut, memantik gelombang optimisme besar dari berbagai daerah. Estafet kepemimpinan ini dinilai strategis dalam menentukan arah kebijakan organisasi ke depan.
Fungsionaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatra Utara, M. Halid Rahman, menyatakan keyakinan mendalam atas kapasitas kepemimpinan Ade Jona. Menurutnya, nakhoda baru ini membawa angin perubahan yang konkret bagi ekosistem pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh penjuru tanah air. Transformasi struktural dan program kerja inovatif diharapkan segera terwujud demi kemajuan anggota organisasi.
Pria yang juga memegang mandat sebagai pengurus DPD Partai Gerindra Sumatra Utara ini, menyampaikan apresiasi tertinggi atas legitimasi yang diraih Ade Jona. Sebagai figur yang memahami peta geopolitik ekonomi lokal, Halid memandang terpilihnya ketua umum baru bukan sekadar pergantian figur eksekutif. Agenda ini merupakan manifesto kebangkitan bagi para sosiopreneur dan saudagar muda di tingkat regional.
Rekam jejak kepemimpinan Ade Jona yang visioner menjadi landasan utama mengapa mandat Munas XVIII ini dinilai sangat tepat. Mantan Bendahara Umum HIPMI Kota Padangsidimpuan tersebut menegaskan bahwa perubahan yang akan dibawa di bawah kepemimpinan baru ini bersifat fundamental. Pendekatan manajerial yang modern diproyeksikan mampu menjawab tantangan disrupsi pasar yang saat ini dihadapi generasi muda.
Lebih lanjut, Halid menggarisbawahi pentingnya reposisi fungsi organisasi agar tidak terjebak dalam ruang formalitas kaum elite semata. HIPMI di era baru dituntut memberikan dampak elektoral yang inklusif hingga ke struktur perekonomian akar rumput. Penguatan ekonomi kerakyatan harus menjadi pilar utama dalam setiap perumusan kebijakan strategis yang diambil oleh jajaran pengurus pusat.
Sinergisitas makro menjadi poin krusial dalam menyelaraskan arah gerak organisasi dengan agenda besar pembangunan nasional. Halid menyatakan optimisme tinggi bahwa Ade Jona mampu menjembatani HIPMI dengan jajaran birokrasi pemerintah. Langkah taktis ini sangat penting untuk menyukseskan implementasi visi “Asta Cita” yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Secara spesifik, kolaborasi strategis tersebut diarahkan untuk mendorong bisnis lokal agar mampu melakukan eskalasi kualitas alias naik kelas. Akses jejaring yang luas secara nasional maupun internasional di bawah kendali Ade Jona diyakini mampu membuka ruang bagi produk lokal menembus pasar global. Korporasi daerah harus ditarik masuk ke dalam ekosistem rantai pasok industri modern yang kompetitif.
Tantangan globalisasi menuntut kualifikasi kader yang tidak hanya adaptif, namun juga tangguh dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global. Tokoh pemuda yang akrab disapa Dede ini berharap, kepengurusan baru segera merancang inkubator bisnis yang masif. Langkah ini esensial guna melahirkan mentor-mentor usaha baru yang memiliki ketahanan bisnis tinggi di berbagai daerah.
Melalui kepemimpinan Ade Jona Prasetyo, HIPMI diharapkan bertransformasi menjadi katalisator utama pertumbuhan ekonomi nasional yang berkeadilan. Kontribusi nyata dalam penciptaan lapangan kerja baru serta penguatan fondasi makro ekonomi menjadi target akhir yang wajib dicapai. Sinergi visi dari pusat ke daerah akan menjadi kunci utama kesuksesan organisasi dalam tiga tahun ke depan.
(Ali.Hrp)

