Asahan – Kinerja Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Kamaluddin, mendapat sorotan dari sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan awak media di Kabupaten Asahan.
Sorotan tersebut muncul karena para awak media mengaku kesulitan bertemu dengan Kamaluddin saat hendak melakukan konfirmasi terkait berbagai persoalan di lingkungan Dinas Pendidikan. Menurut sejumlah wartawan, sejak menjabat sebagai Kabid SMP, Kamaluddin dinilai jarang berada di kantor sehingga ruang kerjanya kerap terlihat kosong.
Sebelum menjabat sebagai Kabid SMP, Kamaluddin diketahui pernah bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Sejumlah pihak menilai, sebagai pejabat yang membidangi dunia pendidikan, Kamaluddin seharusnya dapat memberikan contoh kedisiplinan kepada para bawahannya, termasuk dalam hal kehadiran dan pelayanan kepada masyarakat maupun media.
Pengangkatan Kamaluddin sebagai Kabid SMP sebelumnya juga sempat menuai perhatian dan kritik dari sejumlah elemen masyarakat. Pasalnya, saat dilantik, Kamaluddin masih berstatus sebagai Plt Kepala Sekolah dan belum menjabat sebagai kepala sekolah definitif.
Pada saat itu, pelantikan yang dilakukan oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A., juga sempat mendapat sorotan dari sejumlah pihak yang menilai penempatan jabatan tersebut kurang tepat.
Selain itu, beredar informasi bahwa Kamaluddin pernah menjalani pemeriksaan terkait pengelolaan Dana BOS saat menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah. Namun demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Komunitas Indonesia (FKI) Asahan, Ridwan Situmorang, saat ditemui di kediamannya pada Rabu (12/8/2026), meminta Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., agar lebih profesional dalam menempatkan pejabat di lingkungan pemerintah daerah, khususnya pada jabatan strategis.
Ridwan juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap pejabat yang dinilai kurang disiplin dalam menjalankan tugasnya.
“Kami berharap Bupati Asahan dapat memberikan perhatian dan melakukan evaluasi terhadap pejabat yang dinilai kurang optimal dalam melaksanakan tugas, demi meningkatkan pelayanan publik di bidang pendidikan,” ujar Ridwan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan maupun Kamaluddin belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan tersebut.
(D. Rinaldy / Zass)

