Tasikmalaya, bidikrealita.com-Kemarau tahun ini terasa lebih panjang. Sumur-sumur mengering, sawah retak, debu beterbangan di setiap jalan desa. Kita mengeluh kepanasan, mengeluh air susah, mengeluh panen gagal.
Tapi pernahkah kita berpikir, ini adalah ujian dari Allah SWT?
Kemarau yang berkepanjangan ini seolah ingin mengajarkan kita tentang rasa haus dan lapar. Tentang bagaimana rasanya tidak punya air bersih untuk wudhu, tidak punya air untuk minum anak-anak kita.
Jika kita saja yang masih bisa beli air galon sudah mengeluh, bagaimana dengan saudara kita di Palestina?
Di sana, mereka tidak hanya kekeringan karena musim. Mereka kekeringan karena dijajah. Air mereka dirampas, sumur mereka ditutup, bantuan dicegat. Anak-anak di Gaza harus minum air yang kotor bercampur lumpur karena tidak ada air bersih. Mereka haus bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun.
Kemarau di negeri kita ini mungkin cara Tuhan menyentil hati kita. Agar kita tidak lupa bersyukur, dan agar kita bisa merasakan sedikit saja dari penderitaan mereka.
Mari jadikan kemarau ini sebagai momentum muhasabah. Perbanyak istighfar, jaga lingkungan, jangan boros air, dan jangan lupa doakan serta bantu saudara kita di Palestina. Karena ujian kemarau ini sejatinya adalah ujian kemanusiaan.
Penulis: Mamat Rahmat, C.JI., C.LWI

