CILACAP & GUNUNGKIDUL — Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) menunjukkan komitmen sosialnya secara nyata dengan menggelar rangkaian program Corporate Social Responsibility (CSR) di dua provinsi berbeda pada akhir pekan lalu, yakni Sabtu (13/6/2026) dan Minggu (14/6/2026). Mengusung misi kemanusiaan, program ini menyasar masyarakat di Desa Karanggedang, Kecamatan Sidareja, Cilacap, Jawa Tengah, serta Desa Genjahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.
Bentuk kontribusi nyata yang diinisiasi oleh YPBLC ini meliputi pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga serta penyaluran total 500 paket sembako, yang dibagi rata sebanyak 250 paket untuk masing-masing desa. Langkah ini diambil guna meringankan pemenuhan kebutuhan pokok sekaligus meningkatkan kesadaran akan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat pedesaan.
Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, MBA, hadir langsung meninjau jalannya kegiatan di kedua lokasi tersebut. Kehadiran pucuk pimpinan yayasan ini menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan pilar penting yang berjalan beriringan dengan visi pendidikan yang diemban oleh institusi.
Dalam kesempatan tersebut, Kasih Hanggoro, MBA menyampaikan pandangannya terkait urgensi program CSR ini. Menurutnya, lembaga pendidikan tidak boleh menjadi menara gading yang menjauh dari realitas sosial di sekitarnya.
“Kami di Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti percaya bahwa kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui program CSR ini, kami ingin memastikan kehadiran yayasan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh warga, khususnya dalam aspek kesehatan dan pangan. Pendidikan yang luhur dimulai dari kepedulian yang nyata terhadap sesama,” ujar Kasih Hanggoro di sela-sela peninjauan kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) YPBLC, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc. menambahkan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk nyata dari penanaman nilai-nilai luhur yang selama ini diajarkan di lingkungan yayasan.
“Aksi sosial ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi dari nilai cerdas dan luhur yang melandasi pergerakan YPBLC. Kami di jajaran pengurus harian berkomitmen untuk terus mengawal agar program-program berdampak seperti ini bisa menyentuh wilayah yang lebih luas, sehingga kehadiran yayasan benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” tambah Julian Bongsoikrama.
Rangkaian acara baksos di kedua wilayah ini berlangsung tertib dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB. Selain dihadiri internal yayasan, perhelatan ini juga mendapat dukungan penuh dari otoritas wilayah setempat, termasuk perwakilan Camat Sidareja, Lurah Desa Karanggedang, perwakilan Camat Ponjong, serta Lurah Desa Genjahan. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi bukti adanya sinergi yang kuat antara sektor swasta, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat lapis bawah.
Warga di kedua desa menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Sejak pagi hari, loket pemeriksaan kesehatan dan antrean pembagian sembako sudah dipadati masyarakat yang didominasi oleh lansia dan keluarga prasejahtera. Program pemeriksaan kesehatan cuma-cuma ini dinilai sangat membantu, mengingat akses ke fasilitas kesehatan utama dari wilayah pedesaan tersebut relatif membutuhkan waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit.
Dengan terlaksananya agenda dua hari berturut-turut ini, Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti berharap dapat memantik gerakan serupa dari institusi lain untuk terus memperhatikan kesejahteraan warga rural. YPBLC berkomitmen untuk terus merancang program berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan fundamental masyarakat Indonesia.

