Tangerang – Sejumlah massa yang tergabung dalam Fraksi Pemuda Independen menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) yang berlokasi di Jalan Kisamaun No.204, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait dugaan kejanggalan dalam proyek penyediaan air bersih yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah. Mereka menilai proyek tersebut terkesan mandek serta tidak transparan kepada publik.
Koordinator aksi, Rizki P, menyampaikan bahwa pihaknya mendesak adanya keterbukaan informasi terkait proyek yang disebut-sebut bernilai sekitar Rp40 miliar tersebut.
“Kami menggelar aksi ini untuk meminta transparansi kepada publik. Proyek dengan nilai fantastis ini diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga menimbulkan kecurigaan adanya indikasi penyimpangan,” ujarnya.
Selain itu, massa juga mendesak Bupati Tangerang untuk mengevaluasi bahkan mencopot Direktur Utama Perumdam TKR yang dinilai tidak mampu menjalankan proyek dengan baik.
“Kami meminta Bupati Tangerang untuk segera mencopot Dirut Perumdam TKR karena dianggap tidak becus dalam mengelola proyek ini,” tegas Rizki.
Tak hanya itu, para demonstran turut mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung, agar segera melakukan pemeriksaan terhadap jajaran direksi Perumdam TKR serta pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan pelaksana proyek.
Sementara itu, Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Peduli Akan Sosial (IMPAS), Roni Harahap, mempertanyakan dugaan adanya kejanggalan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
“Sebenarnya ada apa di balik proyek ini? Padahal proyek ini diperuntukkan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya wilayah Rajeg, namun tidak ada transparansi kepada publik,” ungkapnya.
Roni juga menyampaikan kekecewaannya karena pihak demonstran tidak dapat bertemu langsung dengan Direktur Utama Perumdam TKR, meskipun disebutkan berada di kantor saat aksi berlangsung.
“Kami sangat kecewa karena tidak bisa bertemu langsung dengan Dirut. Ini menimbulkan tanda tanya besar. Jika tidak ada tanggapan, kami akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Ia bahkan menambahkan bahwa pihaknya siap melakukan aksi lanjutan secara lebih masif apabila tuntutan tidak direspons.
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung tertib dan kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian, termasuk jajaran Polsek Tangerang dan Polres setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari direktur Perumdam Tirta Kerta Raharja terkait tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran.
(Red)

