JAKARTA – Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti tidak hanya berfokus pada pelestarian seni, tetapi juga penguatan ekonomi lokal melalui gelaran Nuswantara Festival “Gema Khatulistiwa”. Acara yang dihelat di Auditorium Grha Mahardhika Bujana pada Rabu (6/5/2026) ini menghadirkan Bazar UMKM Nusantara yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi pengunjung.
Area festival disulap menjadi pasar kreatif yang menyuguhkan aneka produk lokal, mulai dari kerajinan tangan khas daerah hingga kuliner autentik Nusantara. Dukungan penuh yayasan dalam memfasilitasi UMKM ini bertujuan agar nilai budaya Indonesia juga memiliki dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Tak hanya belanja, pengunjung juga disuguhi kemeriahan Perlombaan Tari Tradisional yang menampilkan kebolehan talenta muda dari berbagai sanggar tari.
“Kami mendukung penuh Nuswantara Festival sebagai manifestasi dari nilai-nilai kebudayaan yang kami junjung. Ini bukan sekadar perayaan, melainkan langkah nyata dalam menciptakan harmoni dan mempererat persatuan melalui simfoni keberagaman yang kita miliki,” ujar Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc.
Acara yang terbuka secara gratis ini sukses menciptakan ekosistem di mana seni dan ekonomi berjalan beriringan. Dengan adanya dukungan institusi seperti ini, diharapkan produk lokal dan talenta seni daerah mendapatkan panggung yang lebih luas di tengah masyarakat perkotaan.

