Momen Haru Bansos di Sihuik-kuik Kades Parubahan Pasaribu Ajak Warga Saling Sedekah

Bagikan Berita

Tapanuli Selatan  — Bidikrealita.com – Suasana di halaman Kantor Desa Sihuik-kuik, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Rabu pagi (24/6/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan warga telah memadati area sejak pukul 08.00 WIB dengan raut wajah penuh harap. Pancaran kebahagiaan yang membuncah dari kerumunan warga ini seketika mengalahkan hawa terik matahari pagi yang mulai merangkak naik di ufuk timur.

Hari ini, Pemerintah Desa Sihuik-kuik kembali mengukuhkan komitmen sosialnya melalui eksekusi program jaring pengaman ekonomi yang nyata. Sebuah langkah konkret diambil dengan menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini dirancang strategis untuk menjaga stabilitas pangan dan daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Momentum ini menjadi titik krusial bagi seluruh elemen kelembagaan desa dalam merespons tantangan ekonomi domestik yang masih membayangi sebagian besar kepala keluarga. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok, kehadiran intervensi bantuan pangan dari pemerintah desa hadir sebagai stimulus yang menyejukkan. Setiap paket sembako yang didistribusikan berisi komoditas pokok yang krusial untuk memenuhi kebutuhan dapur warga.

Berdasarkan data konsolidasi yang dirilis oleh otoritas desa, tercatat sebanyak 533 Kepala Keluarga (KK) ditetapkan sebagai penerima manfaat dalam program kali ini. Angka ini merepresentasikan hasil verifikasi faktual agar bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan. Akurasi data ini menjadi kunci suksesnya pemerataan klaster logistik sosial di wilayah Angkola Selatan.

Aspek tata kelola birokrasi desa juga menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang berjalannya proses birokrasi distribusi. Seluruh jajaran perangkat Desa Sihuik-kuik hadir secara paripurna di lapangan dengan tingkat antusiasme dan disiplin yang tinggi. Mereka mengawal ketat setiap tahapan pembagian sembako guna memastikan transparansi, ketertiban, dan kenyamanan bagi seluruh warga.

Kendati demikian, potret pembagian logistik kali ini menyajikan narasi yang jauh lebih mendalam ketimbang sekadar kegiatan seremonial pembagian barang. Sebelum prosesi penyerahan komoditas dimulai, Kepala Desa Sihuik-kuik, Parubahan Pasaribu, mengambil podium untuk menyampaikan orasi kemanusiaan yang menyentuh hati. Beliau berdiri tegak bukan sekadar merepresentasikan figur otoritas formal, melainkan sebagai jangkar moral yang mengingatkan warga akan esensi luhur solidaritas kelokalan.

“Bapak dan Ibu yang berbahagia, bantuan ini adalah rezeki yang patut kita syukuri. Namun, saya menitipkan satu pesan mendalam: jangan pernah melupakan tetangga kita di sekitar yang mungkin belum beruntung mendapatkan jatah hari ini. Jadikan bantuan ini sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi. Berbagilah, sisihkan sedikit untuk bersedekah, karena dalam setiap butir beras dan tetes minyak yang kita terima, ada keberkahan yang akan berlipat ganda jika kita mau berbagi dengan sesama,” ujar Parubahan Pasaribu dengan nada penuh ketulusan.

Nuansa humanis kian kental saat Kepala Desa menyempatkan diri turun langsung menyambangi seorang warga lanjut usia bernama Ibu Juriyah di sela-sela antrean pembagian. Sembari menerima paket pangan tersebut, tetesan air mata haru tidak dapat dibendung oleh Ibu Juriyah yang langsung melayangkan apresiasi tinggi atas kepemimpinan sang kades. “Semenjak kepemimpinan Kepala Desa Sihuik-kuik ini, masyarakat sangat bangga atas dedikasi dan kepedulian beliau. Semoga ke depan kepala desa kami sehat terus, panjang umur, dan kelak desa kita bisa terus dipimpin oleh figur seperti Pak Parubahan Pasaribu yang sangat peduli pada rakyat kecil,” tutur Ibu Juriyah penuh doa.

Imbauan moral yang digaungkan sang kepala desa berhasil merevitalisasi semangat gotong royong yang menjadi akar kebudayaan di Desa Sihuik-kuik. Parubahan menegaskan bahwa program bansos ini adalah bagian dari integrasi program makro pemerintah untuk menciptakan ketahanan sosial jangka panjang. Pada akhir arahannya, beliau menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah demi mengedepankan hak-hak dasar masyarakat, sekaligus mewujudkan tatanan Desa Sihuik-kuik yang aman, tenteram, dan damai.

(Ali Hrp)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *