Tapanuli Selatan ,SUMUT – Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan secara resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen Tenaga Pendukung Kegiatan (TPK) dalam rangka penguatan program Akses Reforma Agraria tahun anggaran 2026. Langkah ini dipandang sebagai upaya taktis institusi untuk memastikan bahwa penataan aset yang telah dilakukan dibarengi dengan penataan akses yang inklusif bagi masyarakat lokal.
Program Akses Reforma Agraria merupakan instrumen vital dalam kebijakan nasional untuk mengentaskan ketimpangan penguasaan lahan. Di level daerah, Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Selatan memposisikan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah misi pemberdayaan ekonomi berbasis agraria yang memerlukan sumber daya manusia dengan kompetensi mumpuni.
Secara teknis, rekrutmen ini ditujukan untuk menjaring individu-individu berdedikasi yang akan bertugas memfasilitasi pendampingan kepada masyarakat. Tenaga pendukung diharapkan mampu menjembatani kebutuhan penerima manfaat dengan berbagai akses permodalan, infrastruktur, maupun teknologi tepat guna guna mengoptimalkan nilai produktivitas lahan yang mereka miliki.
Jendela pendaftaran bagi para kandidat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah ini dibuka secara terbatas, yakni pada tanggal 7 hingga 8 April 2026. Ketatnya durasi waktu pendaftaran ini merefleksikan urgensi dan kesiapan manajerial Kantor Pertanahan dalam memulai siklus kerja tahunan yang lebih efisien dan tepat sasaran.
Kualifikasi dan persyaratan yang ditetapkan merujuk pada standar profesionalisme tinggi, mengingat dinamika lapangan yang dihadapi dalam penanganan akses reforma agraria cukup kompleks. Partisipasi publik dalam rekrutmen ini dipandang sebagai bentuk kolaborasi strategis antara birokrasi dan intelektual muda untuk mendorong transformasi sosial-ekonomi di wilayah Tapanuli Selatan.
Pihak Kantor Pertanahan menegaskan bahwa proses seleksi akan dijalankan secara transparan dan akuntabel. Hal ini selaras dengan semangat pembangunan zona integritas yang sedang digalakkan di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan terpercaya.
Selain pembukaan lapangan kerja profesional, otoritas pertanahan setempat juga terus memperkuat lini komunikasi digital mereka. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tuntutan keterbukaan informasi publik di era disrupsi, di mana seluruh lapisan masyarakat kini dapat memantau progres kinerja reforma agraria melalui kanal-kanal resmi media sosial institusi.
Masyarakat dan calon pelamar diimbau untuk mengikuti perkembangan informasi terkini melalui platform Instagram dan Facebook di akun @kantahkabtapanuliselatan, serta kanal X, Youtube, dan Tiktok dengan identitas @kantahkabtapsel. Integrasi media sosial ini menjadi bukti adaptasi teknologi dalam menyebarluaskan narasi positif mengenai penataan ruang dan lahan.
Kehadiran tenaga pendukung yang tangguh nantinya diharapkan mampu mempercepat realisasi target-target strategis, mulai dari pemetaan potensi desa hingga sinkronisasi program lintas sektoral. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana reforma agraria mampu menyentuh aspek fundamental kesejahteraan rakyat di Bumi Dalihan Natolu.
Semangat pengabdian ini ditutup dengan komitmen moral yang kuat untuk terus melayani bangsa. Dari tanah Tapanuli Selatan, seruan kolaborasi ini menggema sebagai ikhtiar kolektif dalam menjaga kedaulatan lahan dan kemakmuran petani. Dari Bumi Dalihan Natolu; Horas, Horas, Horas.
(A.HRP)

