Padangsidimpuan,SUMUT BidikRealita.com -Di tengah khidmatnya atmosfer Ramadhan 1447 H, kader Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH) se-Kawasan Cabang Tapanuli Selatan–Padangsidimpuan melakukan langkah konkret dalam mengaktualisasikan nilai-nilai profetik. Melalui aksi kolaboratif, Pimpinan Komisariat (PK) HIMMAH Arsyad Thalib Lubis dan PK HIMMAH Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS) menggelar agenda berbagi takjil dan buka puasa bersama di jantung Kota Padangsidimpuan, Minggu (01/03/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di titik strategis persimpangan jalan kota pada pukul 18.00 WIB ini bukan sekadar seremoni musiman. Kehadiran sekitar 25 kader militan menjadi simbol soliditas organisasi dalam menyinergikan diskursus intelektual dengan aksi nyata yang menyentuh langsung simpul-simpul masyarakat.
Esensi Pengabdian dan Soliditas Kolektif
Ahmadi Saleh Hasibuan, representasi kader dari PK HIMMAH Arsyad Thalib Lubis, dalam orasinya menekankan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak boleh tereduksi hanya pada hitungan kuantitas.
“Ukuran keberhasilan gerakan kita hari ini tidak bertumpu pada jumlah massa, melainkan pada kedalaman komitmen, ketulusan dalam pengabdian, serta kokohnya jalinan silaturahmi. Dari rahim silaturahmi yang erat inilah akan lahir kekuatan kolektif yang progresif dan berdaya guna bagi kemaslahatan umat,” tegas Ahmadi dengan nada reflektif.
Senada dengan hal tersebut, Syahrial Siregar atau yang akrab disapa “Cak Regar” selaku Presiden Mahasiswa IPTS sekaligus kader PK HIMMAH IPTS, memberikan apresiasi tinggi terhadap harmoni yang tercipta. Menurutnya, kolaborasi lintas komisariat ini merupakan manifestasi dari kematangan organisasi dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas internal dan kebermanfaatan eksternal.
Gerakan ini sekaligus menjadi implementasi dari instruksi Ketua Umum PP HIMMAH RI, Abdul Razak Nasution, yang senantiasa mendorong kader untuk tetap produktif dan responsif selama bulan suci. Dengan terlaksananya kegiatan ini, HIMMAH kembali meneguhkan posisinya sebagai organisasi mahasiswa Islam yang tidak hanya cakap dalam berdialektika, tetapi juga progresif dalam menjawab problematika sosial.
Momentum Ramadhan 1447 H ini menjadi saksi bahwa di tangan para intelektual muda ini, eksistensi organisasi dirawat melalui pengabdian yang tulus, memastikan bahwa panji-panji Al-Washliyah tetap berkibar melalui aksi-aksi yang relevan dan maslahat bagi masyarakat luas.
(A.HRP)

