Banjir Kepung Subang: 43 Ribu Jiwa Terdampak, Ribuan Hektare Sawah Terendam

Bagikan Berita

SUBANG – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Subang semakin meluas. Berdasarkan data mutakhir yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang per Rabu, 30 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 43.799 jiwa dari 14.353 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi ini.

Banjir tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan fasilitas umum dan sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.Ribuan Rumah dan Fasilitas Umum Lumpuh dalam laporan visual BPBD disebutkan, sebanyak 7.587 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Dampak infrastruktur juga mencakup 16 bangunan sekolah dan 25 sarana ibadah yang ikut tergenang, memaksa aktivitas pendidikan dan keagamaan terhenti sementara di titik-titik terparah.

Hingga Rabu pagi, tercatat ada 40 KK atau sekitar 119 jiwa yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kondisi rumah yang tidak memungkinkan untuk dihuni.

Sebaran Wilayah Terdampak banjir, kali ini menerjang sejumlah kecamatan strategis di wilayah Pantai Utara (Pantura) Subang.

Beberapa kecamatan yang terdampak parah antara lain:Kecamatan Pamanukan: Menjadi salah satu titik terparah dengan ribuan jiwa terdampak di desa-desa seperti Pamanukan, Bongas, Rancasari, hingga Mulyasari.

Sumber Data: Infografis Data Kejadian Bencana Banjir BPBD Kabupaten Subang (Periode 30 Januari 2026, Pukul 17 : 00 WIB).

Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 15-30 cm.Kecamatan Ciasem: Meliputi Desa Dukuh, Pinangsari, dan Ciasem Baru. Kabar baiknya, laporan menyebutkan kondisi air di beberapa desa wilayah ini mulai surut total, meski Desa Ciasem Tengah masih mencatat ketinggian air 20-50 cm.

Kecamatan Legon Kulon: Desa Karangmulya, Bobos, dan Legon Kulon terdampak signifikan dengan ribuan KK terendam

Kecamatan Pusakanagara & Pusakajaya: Wilayah ini juga mengalami genangan cukup tinggi di area persawahan dan pemukiman.

Kecamatan lain yang turut terdampak meliputi Blanakan, Sukasari, Pagaden, dan Compreng.Ancaman Puso Mengintai PetaniSelain dampak sosial, kerugian ekonomi diprediksi cukup besar.

Data BPBD mencatat sektor pertanian dan perikanan mengalami pukulan telak, Seluas 2.918 hektare sawah dan 334 hektare kolam ikan dilaporkan terendam banjir.

Kondisi ini mengancam para petani dan petambak mengalami gagal panen (puso) jika air tidak segera surut dalam waktu dekat.

Imbauan Petugas pihak BPBD Kabupaten Subang, terus melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan, mengingat cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau informasi terkini, BPBD Subang membuka layanan hotline di nomor 0812-2433-4343 atau melalui media sosial resmi mereka.

Penulis : Riki Hermawan


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *