PSJ Jawa Tengah Tegaskan Budaya Jawa Tak Boleh Hilang di Tengah Gempuran Digitalisasi

Bagikan Berita

DEMAK — Paguyuban Spiritual Jawi (PSJ) Jawa Tengah menegaskan pentingnya menjaga dan merawat budaya Jawa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan konsolidasi dan sosialisasi keluarga besar PSJ sekaligus memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Desa Jleper, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan yang dipimpin Pimpinan PSJ Jawa Tengah, Mbah Roso, itu dihadiri keluarga besar serta anggota paguyuban. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan yang menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai budaya Jawa.

Dalam penyampaiannya, Mbah Roso mengingatkan seluruh anggota PSJ agar tidak membiarkan budaya Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Budaya Jawa yang kita dirikan harus tetap selalu dirawat agar tidak tenggelam dan hilang dimakan zaman yang serba digitalisasi,” ujar Mbah Roso di hadapan pengurus dan anggota PSJ.

Mbah Roso juga menegaskan bahwa keberadaan tradisi kejawen yang dijalankan PSJ tetap ditempatkan berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan. Ia menyebut, kegiatan dakwah dan kehidupan spiritual anggota PSJ tetap berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.

“Kita tetap berpegang teguh dalam menjalankan dakwah sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, walaupun kita orang kejawen asli,” tegasnya.

Ia menambahkan, PSJ Jawa Tengah akan terus menjaga pesan-pesan leluhur sebagai bagian dari upaya mempertahankan identitas dan budaya Jawa. Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budaya di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat.

Kegiatan di Mijen, Demak, tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi internal, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi keluarga besar PSJ untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian budaya.

Mbah Roso berharap nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya tanpa kehilangan landasan moral dan keagamaan.

“PSJ akan merawat apa yang menjadi pesan para leluhur,” pungkas Mbah Roso.

Pernyataan tersebut disaksikan jajaran pengurus dan seluruh anggota PSJ Jawa Tengah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penulis: ( Zamroni)

Editor: ( Redaksi)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!