JAKARTA — Gelombang aspirasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau Indonesia mengarah ke MNC Tower, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). Ribuan massa dari berbagai daerah datang membawa tuntutan agar aparat penegak hukum memberikan kejelasan atas dugaan perkara yang menjadi sorotan mereka di Jawa Tengah.
Sedikitnya 2.573 anggota, menurut data pihak penyelenggara, mengikuti aksi yang melibatkan delapan provinsi. Mereka datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, hingga Sumatera Utara.
Aksi tersebut tidak hanya menjadi panggung penyampaian aspirasi. Massa juga meminta aparat kepolisian menjelaskan secara terbuka perkembangan proses hukum yang mereka persoalkan.
Salah satu nama yang disebut dalam aspirasi massa adalah Hary Tanoesoedibjo. LSM Harimau meminta aparat melakukan klarifikasi dan pemeriksaan apabila terdapat dasar hukum serta bukti yang berkaitan dengan dugaan perkara yang mereka soroti.
Massa juga menyinggung dugaan penculikan dan politik uang di Jawa Tengah. Namun, seluruh tudingan tersebut merupakan klaim dan materi aspirasi LSM Harimau, sehingga belum dapat dipandang sebagai fakta atau kesimpulan hukum sebelum dibuktikan melalui proses hukum.
DESAK POLISI BERTINDAK SESUAI HUKUM
Dalam orasinya, LSM Harimau meminta Polda Jawa Tengah memberikan penjelasan mengenai proses pemanggilan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Mereka juga meminta kepolisian tidak membiarkan sebuah perkara berjalan tanpa kepastian.
Jika seseorang telah dipanggil secara sah dan kemudian terdapat kondisi yang menurut hukum memungkinkan dilakukan tindakan lebih lanjut, massa meminta aparat menggunakan kewenangannya sesuai prosedur.
Dengan kata lain, tuntutan utama massa adalah agar proses hukum berjalan terang, terukur dan tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
LSM Harimau juga menyatakan siap mengawal perkembangan perkara tersebut melalui jalur penyampaian aspirasi dan mekanisme hukum yang tersedia.
DIALOG TERJADI DI TENGAH AKSI
Ketegangan massa tidak berujung pada kericuhan. Pihak MNC melakukan dialog dengan Ketua Umum LSM Harimau Indonesia, Toni, S.H., bersama jajaran pimpinan DPW dan DPC.
Dialog tersebut menjadi kesempatan bagi perwakilan massa menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pihak MNC.
Sementara itu, ratusan personel TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Aparat memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung tertib.
DELAPAN PROVINSI TURUN BERSAMA
Kehadiran massa dari delapan provinsi menunjukkan luasnya konsolidasi internal LSM Harimau Indonesia dalam aksi tersebut.
Mereka membawa pesan yang sama: aparat penegak hukum diminta memberikan kepastian terhadap dugaan perkara yang menjadi sorotan dan bekerja berdasarkan bukti serta ketentuan hukum.
LSM Harimau menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum, bukan vonis terhadap pihak mana pun.
Pada akhirnya, kewenangan untuk menentukan ada atau tidaknya tindak pidana, status seseorang, serta tindakan hukum selanjutnya tetap berada pada aparat penegak hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti.
DELAPAN PROVINSI, SATU ASPIRASI.
Salam Cengkeram!
Salam Satu Komando!
(Dwi.s)

