Bidikrealita.com, Lampung Selatan –Kini kembali mencuat dari salah satu desa di kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan. Terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi oleh oknum kades sidowaluyo.
Tahun anggaran 2022 desa Sidowaluyo kecamatan Sidomulyo kabupaten Lampung Selatan mendapatkan alokasi anggaran dana desa dengan pagu Rp 1.073.403.000. untuk anggaran ketahanan pangan di tahap (3)Rp 94.591.000
Tahun anggaran 2023 desa Sidowaluyo kembali mendapatkan alokasi anggaran dana desa sebesar Rp 1,073,597,000. Anggaran tersebut bergerak untuk mensejahterakan masyarakat.ironis nya anggaran tersebut di duga jadi aset oknum kepala desa Sidomulyo.
20 persen dari pagu anggaran tersebut bergerak di sektor ketahanan pangan yang di alokasikan ke ternak dan pertanian dengan jumlah.
di tahap (1)Rp 5.027.500+7.127.500.
Tahap (2)Rp 43.340.000+32.500.000
Tahap (3)Rp 127.005.000
Dan tahun 2024 dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.173.217.000
Untuk anggaran ketahanan pangan di tahap (1)Rp 96.929.000+
4.185.000+
6.905.000
Tahap (2)
Rp 78.910.000
Tahap (3)
Rp 18.000.000
6.255.000+
5.816.000
Dari semua realisasi tahun 2022_2024 masyarakat yang tidak ingin disebutkan namanya,mengatakan kalo apa yang dilaporkan haroni selaku kepala desa sidowaluyo sangat tidak sesuai baik realisasi dilapangan ataupun dengan anggaran yangg dikeluarkan.
Salah satu warga berinisial Fhi mengatakan, dari mulai pembelian bibit pohon cabai merah, dan pohon buah alpukat bahan bahan pemupukan obat obatan serta pembelian bibit hewan kambing dengan jumlah anggaran yang begitu sangat luar biasa.
Tapi sama sekali sampai saat ini tidak ada kejelasan yang dapat di percaya oleh kami selaku Masarakat desa Sidowaluyo, yang dapat mengelola peternakan tersebut hanya orang orang tertentu kebanyakan masih kerabat dari kepala desa dan istrinya, pungkasnya.”
Kami akan kawan kasus ini serta melaporkan oknum kepala desa Sidowaluyo ke inspektorat atau kejaksaan negeri Lampung Selatan agar dapat di priksa Karena diduga yakin banyak sekali kejanggalan terkait dengan alokasi anggaran ketahanan pangan tersebut pungkasnya”
Namun saat di konfirmasi oleh time media bidikrealita.com kepala desa sama sekali diduga tidak merespon bahkan terkesan tutup mata.
(Dwi Andi Sahputra)

