Kabupaten Tangerang– Hj. Ine Susilawati, AMd.,Kep.,SKM selaku Kepala Kelurahan Bunder, didampingi Sekretaris Kelurahan (Sekel) Deden Yaya Rosandi, S.Sos melakukan peninjauan langsung ke lokasi pasca kebakaran hebat yang melanda pabrik cat PT Futanlux Chemitraco di Kawasan Industri Bunder, Cikupa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (12/2/2026).
Kunjungan ini dilakukan guna memastikan kondisi lapangan serta mengantisipasi dampak lingkungan pasca-insiden yang terjadi pada Rabu malam (11/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB tersebut.
Dalam tinjauannya, pihak Kelurahan Bunder memberikan perhatian khusus pada potensi bahaya lingkungan, mengingat perusahaan tersebut bergerak di bidang pengolahan zat kimia untuk pembuatan cat.
Hasil Pengecekan Awal: Setelah melakukan pengecekan di lokasi, Kepala Kelurahan menyatakan bahwa secara kasat mata belum nampak dampak signifikan yang membahayakan lingkungan sekitar.
Koordinasi dengan DLH: Meski kondisi awal dinilai aman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan tetap melakukan uji kelayakan terhadap air yang mengalir keluar dari pipa saluran pasca-kebakaran.
Proteksi Aliran Sungai: Langkah ini diambil untuk memastikan air sisa pemadaman tidak mencemari sungai di wilayah Kelurahan Bunder, guna mencegah kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Tangerang Selatan yang berdampak pada Sungai Cisadane.
Kronologi dan Penanganan Kebakaran
Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran ini merupakan kali kedua yang melanda pabrik di Jl. Industri Raya III tersebut. Api diduga berasal dari korsleting arus listrik karena saat kejadian pabrik sedang tidak dalam masa produksi (hanya beroperasi satu shift).
“Tiba-tiba ada suara ledakan hebat sekitar pukul 22.00 WIB, lalu api langsung membesar,” ungkap salah satu petugas keamanan dari pabrik yang menjadi saksi awal kejadian.
Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos di Kabupaten Tangerang dan bantuan Kota Tangerang dikerahkan untuk melokalisir api. Si jago merah baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Kamis dini hari pukul 03.00 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan oleh tim Damkar untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta total kerugian yang dialami perusahaan.
(Red)

