BUNTU PANE, ASAHAN | Bidikrealita.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, pada Selasa malam (16/06/2026), mengakibatkan banjir di sejumlah titik, khususnya di Desa Sei Silau Timur, Dusun IV Bawah.
Berdasarkan keterangan warga, hujan deras mulai turun sekitar pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. Akibatnya, saluran drainase yang ada tidak mampu menampung debit air sehingga meluap dan menggenangi jalan serta permukiman warga.
Salah seorang warga Dusun IV yang enggan disebutkan namanya dan hanya berinisial Ning mengaku khawatir air akan masuk ke dalam rumahnya apabila hujan terus berlanjut.
“Air di belakang rumah saya sudah hampir masuk ke dalam rumah, tinggal sedikit lagi. Sementara hujan masih terus turun. Kalau kondisi seperti ini berlanjut, air bisa masuk ke dalam rumah,” ujarnya.
Tidak hanya rumah Ning, sejumlah rumah warga yang berada di pinggir jalan juga mulai dimasuki air. Genangan yang semakin tinggi membuat warga waspada terhadap kemungkinan banjir yang lebih besar.
Warga menilai banjir terjadi karena kondisi parit dan saluran air yang sudah tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Selain itu, ukuran drainase yang relatif kecil menyebabkan air cepat meluap ke jalan dan permukiman.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Asahan, khususnya Bupati Asahan, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut dengan melakukan normalisasi dan perbaikan saluran drainase di Desa Sei Silau Timur.
Selain merendam permukiman, genangan air juga menghambat aktivitas masyarakat. Jalan-jalan desa yang dipenuhi air menyulitkan mobilitas warga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah dan para pedagang yang mencari nafkah.
“Jalanan yang tergenang membuat aktivitas warga terganggu. Anak-anak sekolah kesulitan berangkat, begitu juga para pedagang yang tidak bisa beraktivitas seperti biasa,” ungkap salah seorang warga setempat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan agar banjir tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
(Ady Giok)

