Bupati Tapsel Gus Irawan Hadiri Pengajian BKMT di Angkola Barat, Ajak Warga Perangi Rentenir

Bagikan Berita

Tapanuli Selatan –Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Barat. Kegiatan religius ini dipusatkan di Desa Sigumuru pada Rabu (10/06/2026). Kehadiran orang nomor satu di Tapanuli Selatan ini disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat setempat.

Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali jalannya kegiatan yang berlangsung dengan sangat khidmat tersebut. Ratusan jamaah BKMT dari berbagai desa di seluruh penjuru Kecamatan Angkola Barat tampak memadati lokasi acara. Mereka hadir untuk bersilaturahmi sekaligus memperdalam ilmu agama dalam agenda rutin bulanan ini.

Suasana pengajian semakin mendalam saat Ustadz Herman Harahap naik ke mimbar untuk menyampaikan tausiyah agamanya. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Seluruh jamaah yang didominasi oleh kaum ibu tampak mendengarkan setiap petuah dengan saksama.

Di tengah momentum tersebut, Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan pidato penting di hadapan ratusan jamaah. Ia mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu yang tergabung dalam BKMT, untuk lebih jeli dalam mengelola keuangan. Secara khusus, Bupati menyoroti bahaya laten dari praktik pinjaman uang ilegal di tengah masyarakat.

Bupati mengimbau warga agar menghindari praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini mencekik ekonomi keluarga. Menurut pantauannya, banyak masyarakat miskin terjebak dalam sistem pinjaman mingguan yang sangat merugikan. Pola gali lubang tutup lubang ini membuat utang mereka justru terus menumpuk dan sulit dilunasi.

“Saya ingin masyarakat Tapanuli Selatan, khususnya ibu-ibu, terbebas dari jeratan rentenir,” tegas Gus Irawan di hadapan jamaah. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat fenomena yang merusak sendi ekonomi warga ini. Upaya preventif dan solutif kini tengah digencarkan oleh pihak eksekutif.

Langkah konkret pun diambil dengan menggandeng lembaga keuangan resmi milik daerah untuk menyediakan modal usaha. Pemerintah bersama Bank Sumut telah menyiapkan skema pembiayaan yang jauh lebih ringan bagi masyarakat bawah. Program ini menawarkan bunga sangat rendah bahkan nol persen khusus untuk sektor usaha produktif.

Sinergi kuat kini dijalin antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan PT Bank Sumut. Mereka meluncurkan program penyelamatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan yang lebih mudah serta terjangkau. Program strategis ini diharapkan menjadi solusi mutakhir menghapus ketergantungan warga terhadap pinjaman berbunga tinggi.
(A.Hrp)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *