Tangerang – Kasus penyiraman air keras terhadap Sdr. Andrie Yunus (Aktivis KontraS) menuai sorotan tajam dikalangan masyarakat, mahasiswa dan aktivis pejuang keadilan. Salah satunya, Roni Anggi Ramadhan Harahap Aktivis muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tangerang, Banten.
Roni Anggi Ramadhan Harahap Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Peduli Akan Sosial (DPP IMPAS) menilai, penyiraman air keras ini adalah salah satu bentuk pembungkaman yang sangat sadis dan biadab serta dapat dikategorikan sebagai bentuk percobaan pembunuhan berencana. Demokrasi kebebasan bersuara dimuka umum terancam dan matinya penegakan dan perlindungan HAM di Republik ini. Ditambah pelaku penyiraman tersebut adalah Aparat Negara, anggota Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI). Kata Roni.
Pada hari Selasa, 31 Maret 2026 kemarin, Polda Metro Jaya menyerahkan dan melimpahkan penanganan kasus perkara para tersangka penyiraman air keras oknum anggota BAIS TNI tersebut kepada Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI), dengan alasan bahwa para pelaku tersebut merupakan prajurit aktif TNI dan dari hasil penyidikan menunjukkan tidak ada keterlibatan warga sipil pada kasus tersebut.
Roni menilai bahwa langkah tersebut berpotensi mengaburkan proses penegakan hukum secara adil dan transparan dimuka umum, karena kita ketahui bersama bahwa Peradilan Militer adalah peradilan Internal anggota TNI yang dikhawatirkan akan kurangnya keterbukaan proses peradilan dimuka umum (publik). Mengingat kasus ini dinilai memiliki unsur pidana berat dan seharusnya ditangani di peradilan umum.
“Harapan saya dan harapan seluruh Masyarakat Indonesia, Polda Metro Jaya dapat mengambil langkah tegas untuk menangani kasus ini diperadilan umum. Kami meminta kepada Polda Metro Jaya untuk menarik kembali berkas penanganan kasus para tersangka dugaan pembunuhan berencana dengan motif teror sadis penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Andrie Yunus dari Puspom TNI. Ini adalah pembunuhan berencana terhadap masyarakat sipil yang dimana air keras tersebut disiramkan tepat diarea wajah korban, hal tersebut bukan sekedar penganiayaan biasa, melainkan mengarah pada upaya melumpuhkan bahkan mengilangkan nyawa korban. Ini menjadi alasan dan dasar yang kuat untuk ditangani diperadilan umum. “Ujar Roni Harahap.”
Aktor Intelektual (pelaku utama) dari kasus ini sampai sekarang belum juga terungkap. Roni menduga kuat bahwa pasti ada orang besar dibalik kejadian ini, mengingat beberapa hari kebelakang setelah kejadian penyiraman Andrie Yunus, tepat pada hari Rabu, 25 Maret 2026. Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BAIS TNI dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal, tidak bermoral, tidak memiliki rasa nasionalisme dan tanggung jawab sebagai Jenderal TNI.
“Mantan Kepala BAIS TNI, Letjen Yudi Abrimantyo, seharusnya tidak mundur dulu dari jabatannya sebelum Aktor Intelektual dari kasus teror penyiraman air keras ini terungkap. Kita sudah tau pelaku (tersangka) tersebut dari satuan BAIS. Saya menduga bahwa Mantan Kepala BAIS TNI, Letjen Yudi Abrimantyo pastinya tahu siapa dalang atau Aktor Utama dari kejadian ini, dikarenakan TNI menganut Asas Kesatuan Komando (Unity Of Command) yang dimana Komandan bertanggung jawab penuh atas segala tindakan bawahannya, baik dalam kegiatan operasi maupun pembinaan harian. Dengan mundurnya dari Kepala BAIS TNI, menjadi pertanyaan dan opini negatif dimuka publik. Tegas Roni.
Roni mendesak kepada Pemerintah Pusat khususnya kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto untuk mengatensikan dengan tegas terkait kejadian ini. Roni mendesak kepada Aparat Penegak Hukum untuk menyelesaikan, mengusut tuntas kasus ini secara terbuka dan transparan. Dan mengecam keras agar Aktor utama dan para pelaku penyiraman air keras terhadap Aktivis KontraS, Sdr. Andrie Yunus ditindak dan dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.
Terakhir, Roni berpesan kepada seluruh Mahasiswa Indonesia, Putera-Puteri Bangsa Indonesia serta kepada seluruh Masyarakat Indonesia agar tidak takut bersuara untuk memperjuangkan kebenaran, jangan merasa takut karena adanya teror ini, justru dengan ini kita sebagai Anak Bangsa semakin berani untuk melawan para pengkhianat yang ingin menghancurkan Demokrasi di Negara ini. Tutup Roni.
“Semakin Disiram Semakin Melawan.”
“Hidup Rakyat Indonesia.”
“Kami Bersama Andrie Yunus.”

