Padangsidimpuan,SUMUT – BidikRealita.com, Merespons keresahan publik terkait tumpukan residu sampah yang sempat mengganggu pemandangan di kawasan Hutaimbaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padangsidimpuan mengambil langkah taktis. Bukan sekadar normalisasi rutin, DLH menerapkan manajemen mitigasi darurat untuk memutus rantai penumpukan sampah yang mulai mengancam estetika kota dan potensi risiko kesehatan bagi warga sekitar pada Kamis (26/02/2026).
Dinas lingkungan hidup melalui Kepala bidang yang menangani Persampahan Kota Padangsidimpuan secara transparan mengungkap bahwa akar masalah dipicu oleh degradasi layanan akibat kendala teknis armada. Diketahui, dua unit truk operasional utama yang melayani zona Hutaimbaru mengalami kerusakan mesin secara bersamaan, sehingga menyebabkan ritase pengangkutan sampah menjadi tersendat dan menimbulkan penumpukan di beberapa titik protokol.
“Kami tidak ingin bersembunyi di balik alasan klasik. Faktanya, ada dua unit armada kami yang mengalami kendala teknis berat secara bersamaan. Namun, pelayanan publik tidak boleh mati. Kami langsung mengaktifkan protokol mitigasi dengan melakukan rotasi armada lintas zona untuk menutupi kekosongan di wilayah Hutaimbaru,” tegasnya saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.(27/2/2026)
Langkah ekstra diambil dengan mengerahkan unit back-up di luar jam operasional reguler melalui strategi overtime. Upaya ini difokuskan untuk memastikan sampah di sepanjang poros Jalan Oppu Sarudak, kawasan Jalan Protokol eks-Sibolga, hingga area Terminal Hutaimbaru dan Sabungan segera terevakuasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa mengganggu jadwal pengangkutan rutin di kecamatan lainnya.
Selain faktor teknis, pantauan tim di lapangan menunjukkan adanya lonjakan volume sampah yang tidak lazim dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini memaksa “pasukan oranye” bekerja ekstra keras dengan target pembersihan total dalam waktu 1×24 jam guna mengembalikan wajah kota yang bersih dan asri sebagaimana komitmen pemerintah daerah terhadap kenyamanan lingkungan.
Meski bergerak cepat di sisi kuratif, DLH Padangsidimpuan memberikan catatan tajam mengenai pola konsumsi masyarakat. Instansi ini menegaskan bahwa kecepatan pengangkutan di hilir akan selalu kalah dengan laju timbulan sampah jika tidak dibarengi dengan kesadaran di tingkat rumah tangga. Transformasi pengelolaan sampah kini didorong melalui edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik langsung dari dapur warga.
“Respons cepat kami adalah solusi jangka pendek. Kunci utamanya ada di hulu. Budaya mengelola sampah secara mandiri adalah harga mati jika kita ingin Padangsidimpuan benar-benar asri dan berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat menjadi mitra dalam menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya sebagai penutup pernyataan terkait strategi jangka panjang dinas tersebut.
Aksi responsif ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah Independen Jurnalis Nusantara (DPD IJEN), Andi Hakim Nasution. Beliau menilai gerak cepat Dinas Lingkungan Hidup merupakan bentuk tanggung jawab pelayanan publik yang prima di tengah keterbatasan sarana prasarana. Menurutnya, langkah taktis ini membuktikan bahwa pemerintah daerah tidak abai terhadap keluhan masyarakat yang menjadi sorotan tajam belakangan ini.
Andi Hakim Nasution juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran kolektif warga. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan kebersihan lingkungan kini berada di tangan masyarakat melalui kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya serta memilah jenis sampah plastik. Dengan kolaborasi yang kuat, risiko pencemaran bakteri dan penyakit dapat diminimalisir demi mewujudkan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.
(Ali.Harahap)

