Terkesan Mempersulit, BGN Minta Antre saat Wawancara

Bagikan Berita

Jakarta – Disoal kiriman Karangan Bunga misterius yang diduga mengarah kepada Kepala Regional Banten badan gizi nasional (BGN) Provinsi Banten, kini berbuntut panjang, Selasa (24/2).

‎Kepala Regional Banten, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, pihaknya memilih bungkam.

‎Ketika awak media mengkonfirmasi Kantor BGN Pusat di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, salah satu resepsionis mengarahkan untuk menanyakan langsung kepada bagian informasi.

‎” Ini bukti-buktinya di print aja nanti besok pagi kesini lagi lalu ke PPID. nanti ketika di PPID ditindak lanjuti harus kemana nya, ” ujarnya yang tak mau disebutkan namanya, Selasa (24/2).

‎Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) adalah pejabat yang bertanggung jawab di bidang penyimpanan, pendokumentasian, penyediaan, dan pelayanan informasi di badan publik. Ia melayani permohonan informasi secara satu pintu sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

‎Kendati itu tak disangka, terkesan mempersulit, ketika meminta untuk berderet-deret ke belakang menunggu untuk mendapat giliran saat akan mewawancarai PPID BGN pusat, dengan batasan waktu tertentu.

‎” Kita pelayanannya satu pintu di PPID dan tetap mengambil nomor antrean, tapi kesini standby dari jam 8, PPID aktif Jam setengah 10 dan memakai kuota terbatas, ” pungkasnya.

‎Sebelumnya diberitakan, Karangan bunga duka cita misterius muncul di bilangan Ciledug dini hari.

‎Tak diketahui siapa pengirim jejak karangan bertuliskan ” Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun turut berduka cita atas matinya hati dan perasaan seorang Kareg Provinsi Banten. Ichsan Riqiansyah, yang telah menipu dan membohongi beberapa wanita.”

‎Sejak berita ini dirilis, belum ada kutipan resmi dari pihak manapun.

(Red)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *