Bidikrealita.com, LAMPUNG UTARA – Keterlambatan pembayaran proyek/kegiatan pemerintah sering kali muncul di akhir tahun anggaran. Lalu, kenapa hal ini selalu mesti terjadi dan tentunya membuat para pemegang kegiatan ketar-ketir dibuatnya?
Di SMAN 1 Sungkai Utara, Lampung Utara yang telah mendapat kucuran dana segar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2025, senilai Rp.780.000.000,-, hingga kini belum bisa menyelesaikan pekerjaannya, dikarenakan pencairan tahap II belum terealisasi dengan alasan yang tak jelas.
Bendahara kegiatan revitalisasi di SMAN 1 Sungkai Utara, Nurul, mengungkapkan bahwa sampai saat ini pencairan tahap II program revitalisasi satuan pendidikan senilai 231.492.000,- di sekolahnya belum bisa dicairkan.
” Kalau kata konsultan progres belum 50%. Entah salah di upload laporan konsultan, atau yg pendamping. Karena, itu (revitalisasi) kerjaan bahkan udah 70% lebih,” Keluhnya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/12/2025).
Menurut Nurul, pihaknya segera mengambil sikap dan tak mau larut dalam keterlambatan pencairan tahap II. Ia juga tak mau mengambil risiko, jika pekerjaan tidak selesai tepat waktu dapat dikenakan denda, yang semakin memperburuk kerugian finansial. Bahkan, bisa berisiko hukum, karena adanya kemungkinan kesulitan memenuhi kewajiban kontrak mereka, yang berpotensi memicu sengketa hukum dengan pemilik program kegiatan revitalisasi.
” Sembari menunggu cairan tahap II, tukang kita suruh kerja untuk melakukan sisa-sisa pekerjaan yang harus diselesaikan,” Ujarnya.
Diketahui, SMAN 1 Sungkai Utara, Lampung Utara yang telah mendapat kucuran dana segar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun 2025, senilai Rp.780.000.000,-.
Dana sebesar Rp. 705.000.000,- digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB), ruang bimbingan konseling (BK), dan fasilitas toilet baru. Sedangkan sisanya senilai Rp. 75.000.000,- digunakan untuk meubelair (perabotan).
Hal ini dikemukakan Bendahara kegiatan revitalisasi di SMAN 1 Sungkai Utara, Nurul, pada Senin (10/11/2025).
Menurutnya, pelaksanaan program dilakukan dengan sistem swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan pihak sekolah, komite sebagai pengawas serta mendapat pendampingan dari konsultan.
” Alhamdulillah, program Revitalisasi SMAN 1 Sungkai Utara berjalan sesuai rencana dan tukang bangunannya juga melibatkan masyarakat sekitar secara aktif,” Ucap Nurul.
Saat ini, Lanjutnya, progres pembangunan RKB, BK dan toilet sudah mencapai 70%.
” Progres pembangunan sudah 70 persen dan untuk dana yang terserap dari pembangunan itu mencapai 548 juta rupiah,” Kata Nurul.
(Taufik)

