Pangkatan Berteriak: Warga Labuhanbatu ‘Gugat’ Kapolsek Bilah Hilir Atas Dugaan Pembiaran Bandar Narkoba

Bagikan Berita

LABUHANBATU, bidikrealita.com Keresahan di Desa Sidorukun, Pangkatan 10, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, telah mencapai titik didih. Masyarakat setempat kini secara terbuka menuding Polsek Bilah Hilir di bawah kepemimpinan AKP ARMEN FAISAL terkesan diduga ‘tutup mata’ dan ‘lepas taring’ terhadap maraknya peredaran narkotika.

Dalam suasana penuh kekecewaan pada Rabu, warga menyoroti satu nama yang disebut telah lama bebas menjalankan bisnis barang haram tersebut di tengah permukiman.

Bandar Narkoba ‘GANDA’ Tak Tersentuh Hukum

Warga secara terang-terangan menyebut seorang pria bernama Ganda sebagai operator utama bisnis narkoba di wilayah mereka.

Ironisnya, meskipun menjadi rahasia umum, aktivitas Ganda dilaporkan tidak pernah disentuh oleh aparat kepolisian.

“Sudah bertahun-tahun kami mendengar si Ganda ini. Semua orang tahu dia jual barang haram, tapi tidak pernah ditangkap. Apakah polisi tidak tahu atau pura-pura tidak tahu?” ungkap salah seorang warga pada Jumat (26/11/2025) dengan nada kesal.

Frustrasi warga semakin menjadi-jadi karena dampak dari dugaan pembiaran ini langsung terasa pada kehidupan sehari-hari.

Dampak Fatal: Rayap Besi dan Pencurian Sawit Merajalela

Warga Pangkatan 10 melaporkan lonjakan drastis dalam aksi kejahatan kecil, terutama pencurian buah sawit dan maraknya ‘rayap besi’ (sebutan untuk pencuri besi atau barang rongsokan).

Mereka meyakini, para pelaku kejahatan ini adalah pengguna narkoba yang terdesak untuk mendapatkan uang demi membeli sabu-sabu.

“Buah sawit kami hilang tiap minggu. Kami yakin, pencurinya orang-orang yang kecanduan narkoba. Tapi Polsek seakan tidak peduli,” tambahnya, menggambarkan kerugian materi yang terus menerus mereka alami.

Kapolsek diduga Bungkam, Kepercayaan Publik Terancam

Upaya media untuk mendapatkan konfirmasi dari Kapolsek Bilah Hilir, AKP Armen Faisal, terkait tudingan pembiaran tersebut tidak membuahkan hasil.

Hingga berita ini diterbitkan, sang Kapolsek memilih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.

Diduga lambatnya respons, ditambah dengan dugaan pembiaran, dinilai warga sebagai preseden buruk yang mengancam kredibilitas institusi Polri.

Masyarakat Pangkatan 10 menegaskan, bahwa Polisi harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat, bukan kepada pelaku kejahatan.

“Kalau aparat diam saja, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Kami berharap Kapolres Labuhanbatu turun langsung menindaklanjuti masalah ini, sebelum situasi di sini meledak dan warga bertindak sendiri,” tegas warga lainnya, menuntut intervensi dari tingkat pimpinan yang lebih tinggi.

Warga kini hanya menanti bukti nyata: penangkapan Ganda dan pembersihan wilayah Pangkatan 10 dari peredaran narkoba.

(Ade rambe).


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *