Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tejo diduga meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat berada di area persawahan miliknya.
Peristiwa nahas tersebut bermula ketika korban berangkat ke sawah setelah menunaikan salat Subuh. Kedatangannya ke lokasi tersebut bertujuan untuk mematikan aliran listrik pada alat yang digunakan sebagai perangkap atau pengusir tikus di lahan pertanian miliknya.
Namun, saat berada di lokasi, korban diduga terpeleset hingga mengalami kontak dengan aliran listrik dari perangkat tersebut. Warga kemudian melakukan upaya pertolongan, tetapi nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Kepergian Tejo meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Gedangalas. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus perangkat desa yang turut berperan dalam pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para petani, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam penggunaan perangkat berlistrik di area persawahan.
Penggunaan instalasi maupun alat listrik untuk mengendalikan hama perlu memperhatikan standar keamanan, pemasangan yang benar, serta perlindungan terhadap risiko sengatan listrik. Pemeriksaan dan penanganan perangkat sebaiknya dilakukan setelah sumber listrik benar-benar diputus dan dipastikan tidak lagi bertegangan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyentuh perangkat atau instalasi listrik yang diduga mengalami gangguan sebelum dipastikan aman.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kejadian masih memerlukan konfirmasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
DOA DAN UNGKAPAN DUKA
Selamat jalan, Bapak Tejo. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala kekhilafannya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
Aamiin Ya Rabbal Alamin
Penulis : (Zamroni)
Editor: ( Redaksi)

