TANGERANG SELATAN – Semangat kebersamaan dan syiar Islam mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 yang digelar Pemuda Ngahiji Tangerang Selatan. Melalui Festival Qasidah Majelis Taklim dan Marawis tingkat Sekolah Dasar (SD), para pemuda mengajak masyarakat mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap seni musik Islami sejak usia dini.
Mengusung tema “Di Tengah Dunia yang Berubah, Akhlak Rasulullah Tetap Menjadi Arah”, kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Taman Baca Masyarakat (TBM), Kampung Serpong, Gang Salem 1, RT 001/RW 01, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini mendapat dukungan dari DPD LASQI Kota Tangerang Selatan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan, serta anggota DPRD Tangerang Selatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Ari Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat, khususnya majelis taklim dan generasi muda.
Menurut Ari, festival ini dikemas melalui sejumlah kegiatan, mulai dari lomba qasidah yang diikuti ibu-ibu majelis taklim hingga festival marawis tingkat SD se-Tangerang Raya.
“Tujuan utama kami mengadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan rangkaian festival ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi. Melalui lomba qasidah, kami ingin mempertemukan majelis taklim, khususnya di wilayah Tangerang Selatan, agar semakin kompak dan saling mengenal,” ujar Ari.
Ia menjelaskan, lomba marawis tingkat SD juga menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi anak-anak agar terus mengenal, mencintai, serta melestarikan seni musik Islami sejak usia dini.
“Para peserta kami ajak untuk terus membudayakan seni musik Islami, baik qasidah maupun marawis. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya Islami,” jelasnya.
Ari mengungkapkan, festival musik Islami tersebut merupakan penyelenggaraan tahun kedua. Ia bersyukur kegiatan yang dirintis para pemuda itu kembali mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Antusiasme peserta tidak hanya datang dari wilayah Tangerang Selatan, tetapi juga dari daerah lain di sekitar Tangerang Raya.
“Alhamdulillah, festival qasidah dan marawis tahun ini berjalan lancar dan mendapat respons yang baik dari masyarakat. Kami bersyukur kegiatan positif ini bisa terus dilaksanakan dan semakin dikenal,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuda, warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, dukungan yang diberikan tidak sebatas tenaga dan kehadiran, tetapi juga berupa saran, gagasan, serta semangat kebersamaan sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian acara selesai.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kekompakan dan kolaborasi antara pemuda, masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen warga dapat terus terjalin dengan baik,” katanya.
Tak hanya festival qasidah dan marawis, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut juga dimeriahkan dengan tausiyah agama yang disampaikan Ustaz Muhammad Nur Maulana, yang dikenal luas sebagai Ustaz Maulana.
Kehadiran penceramah tersebut menjadi salah satu momen istimewa bagi panitia dan masyarakat. Ari mengaku terharu sekaligus bangga karena acara yang dipersiapkan bersama para pemuda dan warga dapat berlangsung sesuai harapan.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari dukungan kolektif berbagai pihak, mulai dari pemuda-pemudi, kaum ibu, bapak-bapak, hingga pengurus lingkungan setempat.
“Sejujurnya, saya sebagai ketua pelaksana merasa sangat terharu. Saya menyadari bahwa acara ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dorongan dan dukungan teman-teman pemuda-pemudi, warga, para ibu, bapak-bapak, serta pengurus RT dan RW,” tutur Ari.
Ia juga mengaku bersyukur karena Ustaz Maulana dapat hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyampaikan tausiyah pada malam puncak peringatan Maulid Nabi.
Menurut Ari, antusiasme jamaah yang hadir bahkan melampaui perkiraan panitia. Keramaian juga terlihat di sepanjang akses menuju lokasi acara, dengan aktivitas warga dan pedagang yang turut meramaikan suasana.
“Alhamdulillah, jamaah yang datang sangat banyak, bahkan di luar ekspektasi kami sebagai panitia. Suasananya luar biasa. Di sepanjang akses menuju lokasi, masyarakat dan para pedagang juga terlihat ramai. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Ari menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar sesuai jadwal. Ia pun bersyukur kondisi cuaca mendukung hingga acara selesai.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, Ustaz Maulana bisa hadir sesuai jadwal, dan cuaca juga mendukung. Saya merasa bangga karena bisa menghadirkan beliau di tengah masyarakat dan jamaah yang begitu antusias,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Ngahiji Tangerang Selatan berharap peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, festival ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, menjaga tradisi seni Islami, serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan para pemuda dan warga menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang kolaborasi lintas generasi sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan masyarakat.
Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun kedua ini, Pemuda Ngahiji Tangerang Selatan berharap festival qasidah dan marawis dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak peserta, serta menjadi kegiatan positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas,Pungkasnya
(redaksi)

