SDN Tangerang 2 Tunjukkan Semangat Pelestarian Pencak Silat, Tanamkan Karakter Jawara Sejak Dini

Bagikan Berita

KOTA TANGERANG, — 22 Oktober 2026 — Semangat melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus membentuk karakter generasi muda ditunjukkan SDN Tangerang 2 melalui keikutsertaan dalam kegiatan akbar pencak silat yang digelar di GOR Benteng Reborn, Kota Tangerang, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dan diikuti sekitar 5.000 peserta.

Kepala SDN Tangerang 2, Ikrowahyuni, S.Pd.I., turut hadir bersama para muridnya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan minat dan bakat siswa melalui seni bela diri tradisional Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, SDN Tangerang 2 semula merencanakan mengikutsertakan 10 siswa. Namun, delapan siswa hadir mengikuti kegiatan, sementara dua siswa lainnya berhalangan hadir karena sakit.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman positif kepada peserta didik sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pencak silat.

Ikrowahyuni: Pencak Silat Bukan Sekadar Bela Diri

Kepala SDN Tangerang 2, Ikrowahyuni, S.Pd.I., menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, melainkan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

«“Pencak silat bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya bangsa yang mengajarkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keberanian. Di Kota Tangerang, pencak silat tumbuh menjadi identitas dan kebanggaan, mencetak atlet berprestasi yang menjunjung tinggi sportivitas dan integritas. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kita wujudkan generasi Tangerang yang tangguh, berakhlak, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Tangerang Kota Jawara,” ujar Ikrowahyuni.»

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam pencak silat perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Kedisiplinan, kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab merupakan bekal penting yang dapat diterapkan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Pencak silat juga mengajarkan pengendalian diri serta penghormatan kepada orang lain. Dengan demikian, siswa tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan kemampuan fisik, tetapi juga membangun kepribadian yang baik dan menjunjung tinggi sportivitas.

Sekitar 5.000 Peserta Meriahkan Ajang Pencak Silat

Kehadiran sekitar 5.000 peserta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum kebersamaan sekaligus ruang pengembangan potensi bagi generasi muda.

Peserta dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat seni bela diri tradisional Indonesia, memperluas pengalaman, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa.

Kehadiran Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, turut mewarnai kegiatan yang mengangkat pencak silat sebagai bagian dari identitas budaya dan pembinaan karakter generasi muda.

Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, pencak silat mengandung pelajaran mengenai kepatuhan terhadap aturan, ketekunan dalam berlatih, penghormatan kepada sesama, dan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan tanggung jawab sosial.

SDN Tangerang 2 Dorong Pengembangan Bakat Siswa

Keikutsertaan SDN Tangerang 2 dalam kegiatan ini memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar pembelajaran akademik.

Dari 10 siswa yang direncanakan mengikuti kegiatan, delapan siswa hadir, sedangkan dua lainnya tidak dapat mengikuti acara karena sakit.

Bagi peserta didik, pengalaman mengikuti kegiatan bersama ribuan peserta dapat menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan diri, memperluas pergaulan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan.

Dukungan sekolah terhadap kegiatan positif seperti ini menjadi salah satu unsur penting dalam membantu siswa mengenali dan mengembangkan kemampuan dirinya.

Dengan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan, minat siswa terhadap pencak silat diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Pantun Khas Tangerang, Ajakan Menjaga Warisan Budaya

Menutup pernyataannya, Ikrowahyuni menyampaikan pantun khas Tangerang sebagai ungkapan kecintaan terhadap pencak silat dan budaya daerah.

«Pergi ke Pasar Lama membeli batik,
Batik dibeli motif jawara.
Pencak silat warisan yang cantik,
Dari Kota Tangerang kita jaga bersama.»

Pantun tersebut mengandung pesan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk sekolah dan generasi muda sebagai penerus tradisi.

Pencak silat tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga warisan yang harus terus diperkenalkan dan dikembangkan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Membangun Generasi Tangerang yang Berkarakter dan Berprestasi

Kegiatan akbar pencak silat di GOR Benteng Reborn menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan pelajar terhadap budaya Indonesia sekaligus mendorong pembentukan karakter sejak dini.

Bagi SDN Tangerang 2, partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan pengembangan bakat siswa.

Semangat Tangerang Kota Jawara diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu meraih prestasi dengan menjunjung tinggi sportivitas.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya tercermin dari prestasi akademik, tetapi juga dari tumbuhnya generasi yang berkarakter kuat, menghargai budaya, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

SDN Tangerang 2 menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berintegritas, dan berprestasi.

(Redaksi)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!