Pemkot Tangerang Dorong Ormas Perkuat Peran Sosial dan Jaga Persatuan

Bagikan Berita

KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang mendorong organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk terus memperkuat peran sosial sekaligus menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, saat menghadiri sekaligus membuka Sarasehan Organisasi Masyarakat yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang di Graha Bhakti Karya, Modernland, Kamis (17/9/2026).

Sarasehan tersebut diikuti sekitar 200 perwakilan ormas yang tercatat di Kesbangpol Kota Tangerang. Forum ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta menyamakan pemahaman antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Maryono mengatakan keberagaman suku, etnis, budaya, dan agama yang ada di Kota Tangerang merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, keberadaan ormas memiliki posisi penting sebagai bagian dari kekuatan sosial yang dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

“Organisasi masyarakat bukan hanya wadah untuk berkumpul, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah,” ujar Maryono.

Ia menuturkan, sinergi antara pemerintah dan ormas semakin dibutuhkan karena pembangunan kota tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui berbagai organisasi, kata dia, menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sosial sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang mengapresiasi Kesbangpol yang telah mempertemukan berbagai organisasi dalam forum tersebut. Maryono berharap sarasehan tidak berhenti sebagai agenda pertemuan, tetapi dapat menghasilkan komunikasi dan kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemerintah bekerja, masyarakat bergerak, dan ormas berkontribusi. Mari terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan peran masing-masing untuk menjaga persatuan serta kondusivitas Kota Tangerang,” katanya.

Selain mendorong kolaborasi, Maryono juga mengingatkan agar setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Pemerintah Kota Tangerang, lanjutnya, membuka ruang bagi organisasi kemasyarakatan untuk menyampaikan kritik, masukan, saran, maupun aspirasi melalui mekanisme yang tersedia.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dan konstitusi menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, kebebasan dalam menyampaikan pendapat perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan ketertiban.

Menurut Maryono, Kota Tangerang dapat menjadi gambaran kecil Indonesia karena dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Perbedaan tersebut, kata dia, justru dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan semangat kebersamaan.

“Tidak melihat perbedaan suku, budaya, agama, ataupun latar belakang. Inilah Kota Tangerang yang harus kita jaga bersama sebagai bagian dari Indonesia,” tuturnya.

Maryono juga menilai penguatan kapasitas organisasi dan pemahaman terhadap aturan menjadi hal penting agar ormas dapat berkembang sebagai organisasi yang dipercaya serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, sarasehan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Kesbangpol Kota Tangerang dalam menempatkan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung pembangunan daerah.

Melalui forum tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan semakin terbuka, komunikatif, dan konstruktif sehingga berbagai potensi di masyarakat dapat diarahkan untuk mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis serta pembangunan Kota Tangerang.

(Red)


Bagikan Berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *